Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah –
Ada banyak sekali jenis jamur Tiram (Pleurotus ostreatus), mulai dari
abu-abu, tiram putih, cokelat dan juga emas. Masing-masing tentunya
punya keunikan sendiri. Selain itu, jamur tiram sekarang bukan lagi
bisnis yang asing di telinga.
Kebutuhan
akan jamur Tiram ini selalu tinggi karena disukai semua kalangan
masyarakat. Bahkan kreasi makanan dari bahan jamur ini juga semakin
banyak saja.
CARA BUDIDAYA JAMUR TIRAM DI RUMAH
1. Memilih Bibit Jamur Yang Baik
Pilihlah hanya bibit jamur yang baik agar jamur Tiram yang dihasilkan
pun nantinya akan baik. Ada banyak petani jamur Tiram yang tidak
memperhatikan hal ini yang akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh
seperti yang seharusnya sehingga panen jamur Tiram pun tidak sesuai
harapan.
Untuk mendapatkan bibit jamur Tiram terbaik, kita bisa melakukan dua cara ini:
Membibitkan sendiri bibit murni hingga mendapatkan bibit F1
Membeli dari instasi penyedia bibit jamur Tiram yang terpercaya
Namun, bila kita masih pemula disarankan untuk membeli saja bibit jamur Tiram yang akan dibudidayakan.
Pilih bibit jamur tiram dengan BER sekitar 75%
Pastikan miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya
Pastikan tanggal pembuatannya belum kadaluarsa
Berkonsultasi dengan petani jamur tiram yangg sudah berhasil
2. Tahap Pembuatan Media Untuk Pertumbuhan Jamur
Kesemua bahan ini diaduk rata. Jangan lupa tambahkan air sekitar 60% dari berat bahan.
Tutup adukan. Bisa Menggunakan terpal atau plastik.
Gunakan plastik ukuran 17×30/20×35/15×30, lalu isi dengan adonan tadi. Ingat, komposisinya juga harus padat.
Umumnya baglog ukuran kecil yang sudah diisi adonan bisa mencapai berat 1,8 kg.
3. Fermentasi Media Tumbuh Budidaya Jamur Tiram
Langkah ini cukup penting dilakukan sebelum kita menanam jamur Tiram.
Dengan membuat media tumbuh jamur Tiram dengan proses fermentasi, maka
hasil jamur yang akan dipanen juga akan memuaskan. Selain itu, proses
ini juga akan membunuh jamur liar lain yang berpotensi mengganggu
pertumbuhan jamur Tiram
Caranya cukup
mudah, diamkan media tumbuh tersebut (lihat poin 2) selama kurang lebih
5 – 10 hari. Hal ini bertujuan agar proses pelapukan atau pengomposan
pada material tanah sudah terjadi.
4. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram
Selanjutnya adalah proses sterilisasi baglog jamur tiram. Yang pasti Anda akan membutuhkan beberapa drum.
Drum
pertama, isi drum dengan air sekitar 30-50 cm dari dasar drumnya.
Kemudian panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap. Jangan lupa
drum ditutup yang sudah dilubangi lalu diisi selang besar untuk
dihubungkan dengan drum ke-dua.
Aliran uap masuk ke drum ke-dua
dari bawah. Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi
yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ke-3.
Drum ke-3 berisi media juga dan prosedurnya sama seperti langkah di atas.
Sampai
pada drum terakhir harus pada plastik yang diikat dengan tali tambang.
Jangan menggunakan besi karena berpengaruh besar pada tekanan.
Cara diatas dikenal dengan sistem steriliasi chanel. Cara ini lebih
hemat bahan bakar. Ketika suhu media sudah mencapai 60 derajat celcius.
Diamkan selama 6 jam dan dingin secara natural. Kalau suhu sudah
menunjukkan 40-45 C, buka tutup yang terakhir dan bawa media ke rak.
5. Proses Inokulasi Baglog Jamur Tiram
Setelah
proses sterilisasi baglog jamur Tiram selesai dilakukan, selanjutnya
pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi, biarkan selama 1×24 jam
agar kembali ke suhu normal. Pastikan bahwa sirkulasi udara di tempat
tersebut berjalan dengan baik untuk mencegah baglog tercemar bakteri
atau spora pathogen.
Ini adalah tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam baglog:
Siapkan
botol bibit F3, lalu semprot dengan alkohol. Selanjutnya mulut botol
sebentar dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu
matikan api tersebut
Buka kapas penyumbat botol, lalu aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api
Pindahkan
bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher baglog tersebut,
sekitar 10 gr bibit. Tutup kembali baglog tersebut dengan kapas.
6. Masa Inkubasi Jamur Tiram
Pada
tahap inkubasi, jamur tiram harus diletakkan pada suhu ruang dengan
rentang 22-28 derajat selsius. Kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%.
Masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbu
miselium.
Kalau miselium ini sudah
muncul, tutup pada jamur dibuang dan biarkan terbuka. Jangan lupa
semprot jamurnya setiap hari untuk menjaga kelembapan. Dalam satu bulan
jamur ini akan mulau tumbuh dan besar untuk bisa dipanen.
Cara Panen Jamur Tiram
Para
pengusaha budidaya jamur tiram harus memahami cara panennya. Jangan
sekali-kali memanen jamur dengan tangan karena bisa menyebabkan luka dan
terjadi pembusukan pada jamur tersebut. Panen dilakukan hanya dengan
pisau tajam atau cutter bersih.
Potong
di bagian pangkal batang, setelah itu langsung diletakkan ke dalam
keranjang. Dalam hal ini Anda juga tidak diperkenankan membersihkan
jamur di dalam ruangan pengembangbiakan. Untuk pengemasan, masukkan
jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan dengan gelembung cukup.
Jangan
terlalu banyak udara karena jamur nantinya bisa mengeluarkan gas. Tidak
lupa juga, jangan membuka pintu lebar-lebar sehingga cahaya terang
masuk. Hal ini akan mengganggu kadar kelembapan ruangan tempat jamur
tumbuh.
Proses Pemasaran Jamur Tiram
Tahap
terakhir untuk usaha budidaya jamur tiram adalah proses pemasaran.
Pemasaran ini tidak harus menjualnya ke pasar saja, menjadi pemasok
utama di bidang kuliner juga bagus. Atau kalau Anda ingin membuat produk
olahan dari usaha budidaya jamur tiram Anda juga akan memberikan nilai
lebih.
Hanya saja energi dan dana
yang dikeluarkan di awal akan sangat besar. Ada banyak sekali pengusaha
budidaya jamur tiram yang memanfaatkan peluang ini agar omset naik.
“Orang yang berhasil adalah mereka yang bisa menerapkan hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya.”
“Malas adalah faktor pendorong kegagalan… Dan salah satu ciri-ciri orang malas adalah banyak alasan.”
“Salah satu kunci semangat hidup adalah membuat target hidup… Tanpa target hidup tidak akan memiliki arah yang jelas.”
“Lupakan
kebaikan yang sudah kamu lakukan… Dan berpikirlah untuk melakukan
kebaikan lainnya… Demikianlah salah satu ciri-ciri orang yang ikhlas.”
“Tahu
alasan kenapa orang negara-negara maju bisa menciptakan karya-karya
yang luar biasa? Karena mereka selalu bersungguh-sungguh dengan satu
tujuan… Tidak mengenal kata menyerah meski sesulit apapun… Dan akan
terus berpikir keras untuk meraih kesuksesan.”
Bedanya orang sukses dengan orang yang tidak sukses yaitu bisa
dilihat dari bagaimana mereka menghadapi masalah… Orang sukses senang
memecahkan masalah sedangkan orang tidak sukses suka kabur dari
masalah.”
“Kamu bisa saja menyembunyikan kesalahan… Tapi
tidak untuk penyesalan. Kamu bisa saja menyembunyikan kebohongan… Tapi
tidak dengan ketenangan.”
“Ingatlah tidak semua yang
menyenangkan itu baik bagi diri kita… Terkadang yang tidak menyenangkan
justru malah baik untuk diri kita… Menyenangkan atau tidak, tetaplah
berada di jalan yang benar… Dan jalani hidup ini dengan bersyukur.”
“Jadikan sabar sebagai teman baikmu… Karena sabarlah yang akan membawamu pada ketenangan dan kemenangan yang sesungguhnya.”
Kata kata Bijak Penuh Motivasi
Sumber: japoKata
kata bijak memang suatu kata yang memiliki makna sangat bagus. Tidak
heran jika banyak orang yang merasa senang, tenang, nyaman, dan
termotivasi ketika mendengar atau membaca kata kata bijak yang penuh
motivasi.
Kenapa kata kata bijak itu seolah-olah bisa menghipnotis
pendengar atau pembacanya? Bahkan bisa membangkitkan semangat seseorang
hanya dengan kata kata. Jawabannya tidak lain karena kata kata bijak
itu bukan sembarang kata.
Kata bijak adalah gambaran dari apa yang
pernah dilakukan oleh orang-orang yang sukses dalam pencapaiannya.
Sehingga, perkataannya sangat bermakna dan bisa mendorong semangat
seseorang.
Sepertinya sudah bukan rahasia lagi ya kalau ulat sutera ini sangat tinggi kebutuhannya. Sayangnya masih sedikit yang mencoba usaha budidaya ternak ulat sutra. Padahal kalau dilirik lagi usaha ini peluangnya besar sekali.
Selain
untuk dunia fashion, ternyata kepompongnya sering digunakan untuk
masker kecantikan. Kadang kita sedikit takut mencoba usaha ini karena
kekhawatiran kerugian yang besar. Tapi apakah harus serumit harganya di
pasaran?
Harga tinggi, perawatannya juga butuh konsentrasi tinggi? Setelah membaca ulasan ini Anda mungkin baru bisa memutuskan.
Sekilas Tentang Ulat Sutra (Ulat Murbei)
Ulat Murbei atau yang lebih dikenal
dengan ulat Sutra adalah salah satu jenis ngengat yang bisa menghasilkan
serat atau benang sutra/ sutera. Ulat ini hanya memakan daun Murbei,
sehingga untuk membudidayakannya maka peternak harus punya pasokan daun
Murbei yang baik.
Dalamperkembangan
menjadi ulat, sebutir telur ulat sutera butuh waktu 10 hari agar
menetas. Setelah telur tersebut menetas dan menjadi ulat, maka akan
terbentuk kepompong mentah.
Kepompong
tersebutlah yang nantinya dipintal menjadi benang sutera yang
panjangnya bisa mencapai 300 meter hingga 900 meter dengan diamater 10
mikrometer.
Dalam hidup Ulat Sutera
terjadi empat fase ganti kulit. Ketika warna kulit ulat Sutera telah
kekuningan dan lebih ketat, maka ini menandakan bahwa ulat Sutera
tersebut akan segera membungkus diri dan berubah menjadi kepompong.
Ulat sutra – Ngengat sutra atau ulat murbei adalah salah satu serangga
dari jenis ulat yang dari sisi ekonomi mempunya nilai yang sangat
tinggi. Sebab ulat ini merupakan ulat satu-satunya penghasil serat atau
benang sutra.
Adapun makanan ulat sutra adalah daun murbei. Selain daun murbei ulat sutra tidak akan memakannya.
Dalam perkembangan menjadi ulat, maka telur ulat sutera membutuhkan
waktu sekitar 10 hari untuk menetas. Setelah menetas yang kemudian
menjadi ulat maka akan membentuk kepompong mentah.
Nah, kepompong mentah ini yang nantinya akan dipintal menjadi benang
sutra sepanjang 300 meter sampai dengan 900 meter. Serat atau benang
sutra yang dipintal memiliki diameter sekitar 10 mikrometer.
Hal yang cukup mengejutkan dari ulat sutra adalah dalam hal makanan.
Bisa dikatakan bahwa ulat sutra termasuk jenis ulat yang sangat rakus
dalam hal makanan. Ulat ini akan makan sepanjang hari baik itu siang
maupun malam.
Dan ini dilakukannya semata-mata untuk tumbuh dan berkembang lebih
cepat. Adapun hal yang perlu diketahui bahwa ulat sutra mengalami empat
fase ganti kulit.
Apabila warna kulitnya kekuningan dan lebih ketat ini menandakan
bahwa ulat sutra akan segera membungkus diri dengan berubah menjadi
kepompong.
Cara Budidaya Ulat Sutera Dari Persiapan Sampai Perawatannya
Pada
budidaya ulat sutera area pemeliharaan ulat kecil dikerjakan pada
tempat yang khusus disebut UPUK (Unit Pemeliharaan Ulat Kecil). Ruang
pemeliharaan pada budidaya ulat sutera
perlu dilengkapi dengan jendela atau ventilasi untuk sarana sirkulasi
udara supaya suhu yang ada di dalam ruangan tetap terjaga.
Ruang
pemeliharaan untuk budidaya ulat sutera minimal dilengkapi dengan kotak
atau rak untuk tempat pemeliharaan ulat sutera, gunting stek, area
daun, pisau, jaring ulat, ember/baskom, ayakan, kain penutup daun, hulu
ayam, kertas minyak/parafin, kerta alas, lap tangan dan lain-lain.
Pengembangan
ulat sutera jenis samia cynthia ricini, mempunyai nilai yang sangat
bagus untuk meningkatkan ekonomi di daerah dan kesejahteraan masyarakat
daerah. Oleh karena itu, ulat itu tidak makan daun murbei seperti jenis
ulat sutera biasa. Melainkan bisa memakan daun singkong yang banyak
terdapat di daerah Wonogiri.
Penelitian
budidaya ulat sutera pemakan daun singkong yang sedang dikembangkan di
Kabupaten Wonogiri, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan
produktifitas petani, kualitas, dan kapasitas produksi pertanian yang
belum sepenuhnya di adopsi oleh para petani sebagai masyarakat petani
agro industri.
“Jka
di bandingkan dengan kain sutera yang berasal dari China, kain tenun
sutera kokon ulat sutera pemakan daun singkong kualitasnya lebih bagus.
Selain pewarna benang sutera yang di proses dengan cara alami dari
makanan yang di makan oleh ulat sutera pemakan daun singkong, siklus
cuaca di Indonesia juga sesuai budidaya ulat sutera pemakan daun
singkong” Terang Dra.Trimurti,MM
Persiapan Kandang Untuk Budidaya Ulat Sutera
Tahapan
pertama untuk budidaya ulat sutera ialah persiapan. Untuk mempersiapkan
peternakan ulat sutera, ada tiga hal yang paling utama yaitu tempat
pemeliharaan, bibit, dan pakan. Kandang ulat sutera berbentuk ruangan
dengan rak didalamnya.
Alangkah
baiknya sediakan juga dua ruang yang berbeda untuk teknik beternak yang
ditujukan untuk ulat sutera kecil dan ulat sutera besar. Pastikan
ruangan mempunyai ventilasi dan jendela dan didesinfektan 2 atau 3 hari
sebelum pemeliharaan ulat dimulai dengan memakai larutan kaporit 0,5%
atau formalin (2-3%) disemprotkan secara merata ke seluruh raungan
tempat pemeliharaan.
Bibit Ulat Sutera
Persiapan
yang kedua dalam teknik budidaya ulat sutera ialah menyediakan bibit
ulat sutera. Pesanlah bibit sekurang-kurangnya 10 hari sebelum
pemeliharaan ulat akan dimulai dan lakukanlah inkubasi supaya
penetasannya merata.
Sebarkan
telur di dalam sebuah kotak penetasan lalu ditutup dengan menggunakan
kertas putih tipis. Selanjutnya simpan pada kotak di dalam tempat sejuk
yang terhindari dari sinar matahari secara langsung, di suhu berkisar 25
derajat celcius sampai 28 derajar celcius dan kelembaban sekitar 75
sampai 85%. Setelah terlihat bintik biru di telur, bungkus memakai kain
hitam selama 2 hari, dan telur pun akan siap untuk dikembangbiakkan.
Hal
yang tidak kalah pentingnya di dalam berternak ulat sutera adalah pakan
atau makanan ulatnya. Selain tanaman murbei, ulat sutera juga mempunyai
kemamupuan lain untuk memakan tanaman selain tanaman murbei. Pakan
tersebut adalah dari daun singkong.
Sebelum
melakukan budidaya ulat sutera pemakan daun singkong ini sebaiknya
dilakukan penanaman singkong terlebih dahulu supaya ketersediaan pakan
ulat sutera saat sudah menetas dan berkembang bisa terpenuhi dengan
baik. Dalam hal melakukan penanaman singkong untuk budidaya ulat sutera
terdapat 2 metode yaitu Stek mata untuk hasil umbi yang bagus, lalu
jarak tanam rapat 5 cm x 5 cm untuk hasil daun singkong yang banyak.
Siklus
hidup ulat sutera dimulai dari telur yang menetas menjadi ulat kecil
dan berkembang menjadi ulat dewasa, kemudian berubah menjadi pupa atau
kepompong, dan akhirnya menjadi ngengat yang akan menetaskan telur lagi.
Ada lima fase atau instar selama hidup ulat sutera dimana pada setiap
akhir instar, ulat sutera akan mengalami masa tidur atau istirahat,
serta pergantian kulit. Pada instar 1 hingga instar 3, ulat sutera
disebut ulat sutera kecil, sementara pada instar 4 sampai 5 ulat sutera
disebut ulat sutera besar.
Proses Pemeliharaan atau Perawatan Budidaya Ulat Sutera
Ulat
yang baru menetas dari kotak inkubasi dipindahkan kedalam tempat
pemeliharaan untuk ulat kecil dan diberi makan secara teratur tiga kali
sehari pada pagi, siang, dan sore hari. Setelah itu, kurang lebih 4
hari, ulat muda akan berada pada akhir instar pertama dan kemudian akan
mengalami masa tidur. Pada masa tidur, ulat ditaburi kapur dan tidak
perlu diberi makan, serta jangan lupa untuk membuka ventilasi dan
jendela supaya udara mengalir dengan baik.Setelah itu, instar kedua pun
dimulai. Ulat kembali diberi makan hingga kembali mengalami masa
istirahat pada akhir instar.
Lakukan
hal yang sama dalam memelihara hingga ulat berada pada akhir instar
ketiga. Pada saat tersebut ulat sudah berukuran cukup besar dan harus
dipindahkan ke ruangan yang lebih luas dengan suhu 24 sampai 26 derajat
celcius dan kelembapan sekitar 70 sampai 75%. Pada instar kelima, ulat
akan mulai mengkokon. Ulat yang siap mengkokon dipindahkan kedalam alat
pengokonan yang dapat terbuat dari karton, plastik atau bambu.
Pengkokonan berlangsung selama sekitar 7 hari dan selanjutnya kokon siap
dipanen dan dipasarkan atau diolah sebagai benang bahan baku pembuatan
kain sutera.
Siapa sangka, Pulau Penyengat yang amat bersahaja, dulu (sekitar tahun
1900) merupakan pusat pemerintahan. Selain istana sebagai tempat tinggal
raja, pulau ini juga memiliki mahkamah, rumah sakit, dan sarana
transportasi yang memadai.Konon, posisi pulau ini menjadi sangat penting ketika berkobar perang
Riau pada akhir abad ke-18. Kala itu, Raja Haji Fisabilillah menjadikan
Pulau Penyengat sebagai wilayah pertahanan utama.
Lalu, mengapa pulau ini memiliki nama yang lumayan unik: penyengat?
Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, nama
pulau ini diambil dari nama hewan lebah atau penyengat. Alkisah, dahulu
kala, ada seorang saudagar yang hendak singgah di pulau ini untuk
mengambil air.
Pulau Penyengat (atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah) adalah sebuah pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau,
yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat kota. Pulau ini berukuran
panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km
dari Pulau Batam. Pulau ini dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjung Pinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.[1]
Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.
Pulau Penyengat merupakan pulau yang bersejarah dan memiliki kedudukan yang penting dalam peristiwan jatuh bangunnya Imperium Melayu, yang sebelum terdiri dari wilayah Kesultanan Johor, Pahang, Siak dan Lingga, khususnya di bagian selatan dari Semenanjung Melayu. Peran penting tersebut berlangsung selama 120 tahun, sejak berdirinya Kerajaan Riau di tahun 1722, sampai akhirnya diambil alih sepenuhnya oleh Belanda pada 1911
Masjid Raya Sultan Riau
Masjid
ini awalnya dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803. Kemudian pada
masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman, tahun 1832
masjid ini direnovasi dalam bentuk yang terlihat saat ini. Bangunan
utama masjid ini berukuran 18 x 20 meter yang ditopang oleh 4 buah tiang
beton. Di keempat sudut bangunan, terdapat menara tempat Bilal
mengumandangkan adzan. Pada bangunan Masjid Sultan Riau terdpat 13 kubah
yang berbentuk seperti bawang. Jumlah keseluruhan menara dan kubah di
Masjid Sultan Riau sebanyak 17 buah yang melambangkan jumlah rakaat
salat wajib lima waktu sehari semalam.
Berikut ini adalah keistmewaan pulau penyengat:
Pusat pemerintahan kerajaan riau.
Pulau Bersejarah.
Jadi kubu pertahanan perang saudara di johor.
Ada banyak bangunan bersejarah.
Pulau Mas kawin.
2. Istana Kantor
Istana
Kantor adalah istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali
(1844-1857), atau juga yang disebut dengan Marhum Kantor. Selain
digunakan sebagai kediaman, bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini
juga difungsikan sebagai kantor oleh Raja Ali.
Istana Kantor berukuran sekitar 110 m2 dan menempati areal
sekitar satu hektar yang seluruhnya dikelilingi tembok. Bangunan dan
puing yang masih ada memperlihatkan kemegahannya pada masa lalu.
3. Balai Adat Melayu
Balai
Adat Pulau Penyengat adalah replika rumah adat Melayu yang pernah ada
di Pulau Penyengat. Bangunan Balai Adat merupakan rumah panggung khas
Melayu yang terbuat dari kayu. Balai Adat difungsikan untuk menyambut
tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting.
Di dalam gedung, kita dapat melihat tata ruang dan beberapa benda
perlengkapan adat resam Melayu, serta berbagai perlengkapan atraksi
kesenian yang digunakan untuk menjamu tamu-tamu tertentu.
Di bagian bawah Balai Adat ini terdapat sumur air tawar yang
konon sudah berabad lamanya dan sampai sekarang airnya masih mengalir
dan dapat langsung diminum.
perkenalkan nama saya Hazirah, tempat tanggal lahir saya di Sei Tohor, tepat nya pada tanggal 02- februari- 2000. dan sekarang umur saya sudah 18 tahun. pada awal saya mengenali atau mempelajari Internet pada waktu saya sekolah Smp. dan pada saat itu saya belajarnya agak sedikit sulit di mengerti, lama kelamaan saya menjadi mudah mempelajarinya. setelah saya Tamat sekolah saya pun
melanjutkan di Widya Informatika, pertamakali nya saya berfikir di Widya Informatika itu tidak ada pelajaran Internet. Alhamdulilah ternyata ada juga, saya kira cuma waktu di sekolah.
Setelah beberapa minggu saya menjadi Maha Siswa di Widya Informatika saya merasa akrab dan berinteraksi satu sama lainnya secara baik. dan alhmdulilah samapi sekarang saya sudah mudah memahami masalah Internet ini.
Dengan belajarnya saya di Widya Informatika ini membuat saya lebih mudah mempelajari Internet dan pelajaran lain nya juga. ternyata semua pelajaran yang kami pelajari di Widya Informatika ini adalah untuk memudah kan kami melanjutkan jenjang pekerjaan masa depan Generasi muda. saya pun bertekad akan bersungguh- sungguh belajar di Widya Informatika ini demi masa depan dan cita- cita saya. walau pun saya belum bisa kuliah di tahun ini Insya Allah Tahun depan saya akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi. AMIN...